Capung adalah indikator kebersihan air.
Keberadaan capung dalam jumlah besar di sekitar saluran air seperti got atau parit sering dijadikan petunjuk bahwa air di tempat tersebut tergolong bersih. Hal ini tidak lepas dari karakteristik biologis capung yang termasuk dalam ordo Odonata, di mana seluruh siklus hidupnya sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan perairan.
Fase pradewasa berupa larva (naiad) menghabiskan waktunya di dasar perairan, mulai dari beberapa minggu hingga tahunan. Larva ini diketahui peka terhadap cemaran organik seperti amonia dari buangan rumah tangga, rendahnya kadar oksigen terlarut, serta adanya kontaminan logam berat. Proses pertumbuhan dan metamorfosisnya hanya dapat berlangsung optimal di perairan dengan kadar oksigen terlarut di atas 4–5 mg/L serta tingkat pencemaran yang rendah.
Dengan demikian, apabila ditemukan banyak capung dewasa di sekitar got, itu menandakan bahwa tahap larva sebelumnya mampu bertahan dan bermetamorfosis dengan sukses.
Kondisi tersebut hanya mungkin terjadi jika kualitas air tidak tercemar berat, kadar oksigennya mencukupi, serta kandungan limbah organik dan bahan kimia beracunnya minim.
Oleh karena itu, capung dapat berfungsi sebagai indikator hayati (bioindikator) untuk perairan yang masih bersih.
Referensi:
Zahro', D. M. (2025);
Pratiwi, D. A. (2024);
Lailanun R., S. Y. (2025);
Irmawati, I., Amrullah, S. H., & Zulkarnain, Z. (2023).;
Bariroh, A., Azzahra, A. F., Afyna, D. A., Ani, F. N. Q., Wardah, N., Fardhani, I., & Akhsani, F. (2025);
Adu, B. W., Kemabonta, K. A., & Ogbogu, S. S. (2019).
Composition and abundance of Odonates at Alatori stream South-West, Nigeria. UNILAG Journal of Medicine, Science and Technology
Tidak ada komentar:
Posting Komentar